Rabu, 08 Juli 2009

Lagu Baru SNSD


Kemarin aq liat-liat youtube en akhirnya aq nemuin lagu barunya SNSD yang berjudul Genie (Tell me Ur Wish) Anak-anak SNSD pada pake baju Pelaut di MV terbaru itu, en mereka terlihat sangat seksi tapi tetap imut tentunya. Kalau mau lihat Klik disini ya

Selasa, 07 Juli 2009

NPWP

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Penghasilan berapa sih yang wajib dikenakan pajak penghasilan? Dan gimana cara menghitung pajak penghasilan yang harus kira bayarkan ke negara? Dan sampai sekarang apa saja sih Fasilitas yang dapat kita nikmati dari membayar pajak?
Masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan mengenai pajak.
Dan sampai sekarang masih banyak warga negara Indonesia yang belum mengerti tentang pajak dan manfaat dari pajak itu sendiri. Atau apa masih kurangnya sosialisasi pemerintah atau malah masyarakatnya yang kurang sadar akan kewajiban membayar pajak.
Sepertinya hal tersebut masih harus jadi PR yang harus diselesaikan.
Dan kepada Pihak yang terkait Mohon agar lebih diperhatikan, alnya masih banyak orang-orang yang mampu membayar pajak dan mungkin ingin membayar tapi tidak tau bagaimana caranya. Mohon Bantuannya.

Minggu, 07 Juni 2009

Download lagu Free

Minggu, 31 Mei 2009

SS501

Saat ini aku lagi demen banget ama boys band korea yang terdiri dari 5 cowok yang sangat cute. Nama Bandnya SS501, denger-denger nama ini mempunyai filosofi yang artinya sun star 5 become one. Mungkin ini untuk mempertegaskan kekompakan mereka. Band terdiri dari Kim Hyun Joong (Leader & Supporting Vocalist), Heo Young Saeng (Main Vocalist), Kim Kyu Jong (High Low Vocal), Park Jung Min (Low Vocal), Kim Hyun Joon (Main vocal, Rap). Kim Hyun Joong juga ikut dalam drama Boys Before Flowers sebagai Yun Ji Hoon, SS501 juga mengisi beberapa single untuk soundtrak drama tersebut diantaranya Cause i'm fool, Make A lovers, Sometimes. Hyun Joong juga menyumbangkan lagu untuk film tersebut yang berjudul Happines, Thank you and Cause i'm fool versi accoustic.Single favorit saya adalah Dejavu dan Song Calling For en cause i'm fool. Coba deh dengeri lagunya yang kechi abis kamu pasti suka. Dijamin 100% pendengaran kembali, he....he....he.....(Pede bangget).

Girls Generation




Girls Generation ato dalam Bahasa Koreanya dikenal dengan So Nyuh Shi Dae adalah girls band yang digawangi oleh 9 cewek yang memiliki talent yang berbeda-beda.


Para personilnya adalah Taeyeon (Leader and Main Vocalist), Jessica (Main Vocalist), Sunny (Supporting Vocalist), Tiffany (Supporting Vocalist), Hyo Yeon (Supporting Vocalist & Main Dancer), Yuri (Supporting Vocalist & Lead Dancer), Soo Young (Supporting Vocalist), Yoona (Supportingg Vocalist), Seo Hyun (Lead Vocalist). Debut pertama mereka pada Agustus 2008 dengan single Into The New World.
Klik disini ya untuk info lebih lengkap.

Drama Korea yang Akan Ditayangkan Indosiar "bOYS bEFORE fLOWERS"


Boys Before Flower adalah drama korea terbaru yang keluar pada awal tahun 2009. Drama ini adaptasi dari Komik Jepang "Hana Yori Dango". Dan mirip dengan drama Taiwan yang berjudul Meteor Garden. Atau yang lebih kita kenal dengan F4 nya. Tetapi menurut saya Drama Korea ini (Boys Before Flowers) lebih menarik dari Meteor Garden. Untuk Info lebih lanjutnya anda dapat klik disini

Senin, 25 Mei 2009

Jalan Tol d' Blog Gua

Klik disiniuntuk ke Yahoo!
Click HereKorean movies and dramas!

Jumat, 22 Mei 2009

Buku "Love-Slave to the Sheikh"

PROLOGUE

‘YOUdo not need to couch your diagnosis in soft terms. Please tell me the reality of my situation.’

The neurosurgeon looked across his desk at his VIP patient. He did not doubt that Sheikh Bandar bin Saeed al Serkel meant his brave words. But he wondered if the Sheikh was really prepared to hear that his odds of surviving were the same as those the bookmakers were giving on the Sheikh’s three-year-old colt winning the Derby?

Even money.

‘You have a brain tumour,’ the doctor told him. ‘It is malignant,’ he added, impressed when the dark eyes fixed on him did not flinch or even flicker.

People usually paled at such news. But this man was holding strong. Maybe it was the Arab way—their belief that their lives belonged to Allah. Maybe he was thinking that if it was Allah’s will that he die, then so be it.

Yet the man was only thirty-four years old. To all outward intents and purposes he was a splendid physical specimen of manhood. No one would guess by looking at him that he had cancer. Or, for that matter, that he was a sheikh.

Not for him any form of Arab dress. Or facial hair. His tall, lean body was clothed in the best Savile Row suit. His long, leanly handsome face was clean shaven.

But a sheikh he was. The only son of an oil-rich zillionaire and a London socialite—both of whom had been tragically killed in a fire on board a luxury yacht—he was Oxford-educated and currently lived in England, where he owned an apartment in Kensington, a stable full of expensive racehorses at Newmarket, and a stud farm in Wales.

Rabu, 20 Mei 2009

Pengenalan Pasar Modal

Secara makro, laju inflasi, tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, tingkat suku bunga, dan nilai tukar mata uang lokal terhadap asing merupakan beberapa indikator yang digunakan untuk menilai perekonomian suatu negara. Sementara secara mikro indikator yang digunakan untuk menilai suatu perusahaan a.l : penjualan bersih, laba bersih, dan kemampuan perusahaan membayar hutang dalam jangka pendek adalah beberapa. Perusahaan dapat disebut sebagai salah satu pelaku ekonomi selain pemerintah, dimana perkembangannya sangat menentukan perekonomian suatu negara. Pertanyaan yang timbul kemudian adalah bagaimana melihat perusahaan-perusahaan di suatu negara yang mempengaruhi perekonomian di negara tersebut? Jawabannya adalah Pasar Modal. Pasar Modal merupakan representasi yang tepat untuk menilai kondisi perusahaan-perusahaan di suatu negara karena hampir semua industri terwakili didalamnya. Oleh karena itu perkembangan perkonomian suatu negara terkadang diukur dari perkembangan pasar modal di negara tersebut. Pasar modal dapat dikatakan sebagai pintu pertama untuk melihat industri-industri yang ada dalam suatu negara. Dari penjelasan di atas kemudian muncul pertanyaan baru seperti; apa itu pasar modal, bagaimana mekanisme yang terjadi di pasar modal, dan instrumen-instrumen apa saja yang diperdagangkan di pasar modal khususnya pasar modal Indonesia. (a) Saham Pasar Modal di Indonesia memiliki beberapa instrumen yang diperjualbelikan. Instrumen-instrumen tersebut dapat digolongkan dalam tiga kelompok besar, yaitu instrumen yang tergolong ke dalam ekuitas, obligasi, dan derivatif. Ekuitas Instrumen yang akan menambah ekuitas pemilik modal, yaitu saham. Memiliki instrumen jenis ini berarti investor menjadi pemilik perusahaan tersebut sebesar modal yang ditanamkan. Instrumen yang paling dikenal dari pasar jenis ini adalah saham. Ada dua jenis saham yang jamak dipasarkan, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). a. Saham biasa (common stock). Pemegang saham jenis ini mewakili kepemilikan di perusahaan sebesar modal yang ditanamkan. Keuntungan yang didapatkan oleh pemegang saham ini berupa dividen yang berasal dari keuntungan perusahaan. Pemegang saham ini tidak memiliki jaminan pasti atas return yang dihasilkan perusahaan. Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan, maka pemegang saham akan mendapatkan dividen sebesar alokasi yang ditetapkan oleh RUPS. Namun, apabila perusahaan suatu saat dilikuidasi atau bangkrut, pemegang saham jenis ini adalah yang paling akhir mendapatkan hak atas aset perusahaan setelah semua kewajiban perusahaan dilunasi dan pemegang saham preferen dibayar sebesar nilai par sekuritas mereka. Selain keuntungan berupa dividen, pemegang saham biasa juga bisa mendapatkan keuntungan dari selisih nilai beli dengan nilai jual sahamnya. Katakanlah, jika anda membeli sebuah saham pada harga Rp 500 dan menjualnya saat harga mencapai Rp 600, maka anda akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 100 dikalikan dengan jumlah saham yang anda jual. Keuntungan jenis ini disebut capital gain. Sebaliknya jika harga saham mengalami penurunan, maka anda mengalami kerugian yang disebut capital loss. Karakteristik lain dari saham biasa, selain klaim atas aset perusahaan paling rendah dibandingkan dengan komponen perusahaan yang lain, juga tidak adanya maturity date atau tanggal jatuh tempo. b. Saham preferen (preferred stock). Saham jenis ini memiliki sifat hybrid yang artinya selain memiliki karakteristik sebagai saham, juga memiliki sifat seperti halnya obligasi. Jika anda memiliki saham jenis ini, anda akan mendapatkan pembayaran secara teratur sebesar harga pari saham dikalikan dengan bunga setiap tahun (sifat obligasi). Apabila saham preferen anda berjenis cumulative, maka jika anda belum menerima pembayaran dividen tahun lalu akan diakumulasikan dengan dividen tahun berjalan. Jenis yang lain yaitu non cumulative, yang artinya anda tidak akan menerima dividen yang tidak dibayarkan periode lalu, sedangkan yang berjenis participating akan menerima peningkatan nilai dividen proporsional mengikuti peningkatan dividen saham biasa. Pemilik saham preferen memiliki hak suara untuk memilih direktur perusahaan, hanya jika dividen tidak dibayarkan selama setahun atau lebih. Sifat preferen ini tercermin pula pada perlakuan yang diterima saat perusahaan dilikuidasi. Pemilik saham ini akan menerima pembayaran sebesar harga pari saham sebelum dividen atas pemegang saham biasa dibayarkan. Oleh karena banyak sifat saham jenis ini yang menyerupai obligasi, maka beberapa pihak menggolongkannya ke dalam fixed income. (b) Obligasi Obligasi berbeda dengan ekuitas yang telah diterangkan sebelumnya. Perusahaan sering memanfaatkan pasar ini untuk mencari pinjaman langsung dari investor dengan menerbitkan surat utang yaitu berupa dokumen yang menyatakan kesediaannya membayar sejumlah uang tertentu di masa depan. Selain akan membayar uang sejumlah pokok pinjaman yang dipinjamkan investor, perusahaan juga harus membayar bunga pinjaman atau kupon bunga secara berkala. Oleh karena investor akan menerima pembayaran bunga setiap periode dalam jumlah tetap, maka semua efek utang yang diterbitkan perusahaan disebut efek berpendapatan tetap (fixed income securities). Terdapat beberapa karakteristik yang dimiliki oleh obligasi, yaitu: perusahaan menerbitkan sertifikat yang menerangkan adanya pinjaman dan syarat-syaratnya, memiliki nilai par yang menyatakan nilai pokok dari sekuritas tersebut, adanya jangka waktu jatuh tempo, dan adanya kupon bunga (coupon rate) yang akan anda terima setiap periode tertentu (3 atau 6 bulan).Tingkat suku bunga yang diberikan biasanya berada lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia). Apabila tingkat bunga obligasi dipasang sama dengan bunga SBI, tentunya investor akan memilih berinvestasi di SBI yang memiliki risiko jauh lebih kecil dibandingkan obligasi. Berdasarkan kenyataan inilah, pemberian tingkat bunga obligasi dihitung dengan menambahkan risk premium pada tingkat bunga dasar (biasanya sama dengan SBI). Risk premium inilah yang menjadi daya tarik dari obligasi. Yang penting untuk diperhatikan adalah semakin besar tingkat suku bunga obligasi yang ditawarkan, semakin besar pula risiko yang menyertainya.

Atlantis itu ternyata Indonesia

Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia Oleh Prof. Dr.H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D. MUSIBAH alam beruntun
dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu
mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara
Indonesia dan Atlantis?
Plato (427 - 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara
serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi
tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.
Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang
disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent
Finally Found, The Definitifve Localization of Plato's Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan,
seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa
Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi
oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Konteks Indonesia
Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4
Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan
pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut
Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia
merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India,
Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di
wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale,
terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara
bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene) .
Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia
(dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan
gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/ Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di
Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada
saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian
Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.
Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis),
Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia
dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di
Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera
(ocean) secara menyeluruh.
Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian
ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya
letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya
bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya,
mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini
mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan
menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.
Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua
kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang
katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik
terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada
peribahasa yang berkata, "Amicus Plato, sed magis amica veritas." Artinya,"Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih
senang kepada kebenaran."
Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi
benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua,
jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar,
Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang
aktif kembali.
Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan
lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang
http://tehobeng - .::tehObeng, media komunikasi KBI Batam::. Powered by Mambo Generated: 20 February, 2009, 09:12
merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui),
tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang
menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan
lumpur panas dari masa yang lampau.
Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur.
Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban
dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita
belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya. ***
Penulis, Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Prancis

Kenapa Amerika Lebih tertarik Manajemen Tipe "Z"?

Kenapa Amerika Lebih Tertarik Teori Manajemen Tipe ’Z’? Richard T.Pascall dan William Ouchi adalah 2 tokoh manajemen yang mengadakan penelitian tentang manajemen tipe ”Z”. Dari penelitian ini mereka mengangkat kepermukaan dua permasalahan berbeda : mengapa perusahaan Jepang di Amerika mendapat kesuksesan, sedangkan perusahaan Amerika di Jepang malah sebaliknya? Sebuah perusahaan Jepang di Amerika yang dipimpin oleh orang Jepang asli sedangkan para manajer dan karyawannya adalah orang Amerika, dan manajemennya disesuaikan dengan kepentingan orang Amerika. Hanya saja manajemennya tetap memakai gaya manajemen Jepang yang sangat berbeda dengan gaya Amerika. Setelah berjalan beberapa waktu akhirnya didapat jawaban bahwa dimana pengaruh manajemen gaya Jepang dan manajemen gaya Amerika, ternyata hampir semua perusahaan Jepang yang ada di Amerika sukses, dengan mengukur dari segi keuangan, operasional dan dari segi pandangan karyawan-karyawannya.lanjtannya.....

BE A MARKETER!

Philip Kotler, seorang pakar pemasaran modern, dalam suatu kesempatan pernah mengatakan “marketing is everyone’s business!!” atau marketing adalah urusan setiap orang. Menanggapi statement itu, bagi kita yang baru mendengarnya tentu akan menimbulkan pertanyaan: “apakah benar demikian?” atau “bagaimana mungkin kita yang bekerja sebagai pegawai di suatu lembaga bank sentral harus berurusan dengan dunia marketing?” Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, alangkah baiknya kita mengetahui perspektif marketing dalam dunia kerja sehari-hari. SELLER OR MARKETER Dalam dunia usaha, setidaknya kita mengenal dua istilah yang sering dirasakan tidak memiliki arti yang berbeda yaitu selling (menjual) dan marketing (memasarkan) atau menjadi penjual (seller) dan menjadi pemasar (marketer). Akan tetapi, jika ditelaah lebih dalam terdapat perbedaan yang sangat prinsip antara penjual dan pemasar. Penjual adalah seseorang yang berorientasi pada omzet, jumlah barang yang berhasil dijual atau dalam bahasa Inggris didefinisikan sebagai “someone who promotes or exchanges goods or services for money”. Seorang penjual akan berusaha melakukan apa saja agar produk dagangannya laku dan akan merasa puas ketika dia berhasil menjual barang/jasa sebanyak mungkin. Sedangkan pemasar mempunyai orientasi customer loyalty yang akan diperoleh ketika pelanggan merasa puas (customer satisfaction). Seorang pemasar akan melakukan upaya-upaya agar keinginan dan kebutuhan pelanggan selalu dapat terpenuhi sehingga akan merasa puas dan menjadi pelanggan yang setia. Bagi pemasar One disappointed customer is worth ten delighted ones. Singkatnya seorang pemasar akan selalu berusaha mencapai product-market fit (kesesuaian produk dengan pasar). Dalam dunia kerja dan masyarakat, kita juga selalu dihadapkan pada dua pilihan gaya kerja yaitu menjadi seorang pegawai penjual atau pegawai pemasar. Sebagai seorang penjual, kita akan berorientasi pada jumlah produk, apapun yang kita hasilkan yang penting target tercapai! Sedangkan sebagai seorang pemasar, kita akan selalu berusaha mencari tahu bagaimana kepuasan stakeholders kita terhadap produk dan jasa yang kita berikan, apa yang perlu kita lakukan untuk melakukan perbaikan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan stakeholders dan seterusnya. Singkatnya Continuous learning about the market (stakeholders) dan continuous improvement adalah kata kunci menjadi pegawai dengan gaya pemasar. Dari dua gaya tersebut, manakah yang akan kita pilih? Secara logis, organisasi akan selalu menginginkan seorang pegawai yang memiliki jiwa pemasar dan bukan penjual. Yang menjadi pertanyaan kemudian, bagaimana kita bisa belajar menjadi pegawai pemasar? BE A MARKETER! Seorang pemasar akan selalu berpijak pada tiga hal, yaitu segmenting (S), targeting (T) dan positioning (P) atau yang biasa disingkat dengan STP. Implikasi cara berpikir STP dalam dunia kerja adalah sebagai berikut : • Segmenting : melakukan segmentasi, pengelompokan stakeholders baik internal maupun eksternal berdasarkan nature mereka. Dari sisi internal, segmentasi dapat dilakukan antara lain dengan membedakan strata jabatan misal atasan, bawahan dan rekan se-level sedangkan dari sisi eksternal segmentasi dapat dilakukan dengan melakukan pengelompokan seperti Pemda, Akademisi, Wartawan dsb. Setelah melakukan pengelompokan, seorang pemasar akan mempelajari keinginan dan kebutuhan masing-masing segmen stakeholders dan mencoba merencanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk dapat memuaskan stakeholders tersebut. • Targeting : menentukan kelompok-kelompok stakeholders yang akan kita tuju dan mentargetkan pemenuhan kebutuhan dan keinginan mereka seperti yang mereka harapkan. • Positioning : melakukan positioning produk dan jasa yang kita berikan dan melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan keinginan stakeholders. Positioning bisa dilakukan dengan membuat slogan, rangkaian kata yang ingin dicapai misalnya “menjadi penyedia data dan hasil kajian yang terlengkap dan terpercaya di daerah” dsb. Seorang pemasar tidak akan berhenti pada suatu kondisi kepuasan stakeholders tertentu akan tetapi akan selalu belajar baik secara individu maupun dalam suatu tim pemasar (seksi, bidang, satker) untuk meningkatkan kualitas produk dan jasa yang dihasilkan dengan berdasar pada perubahan lingkungan kerja dan perubahan keinginan dan kebutuhan stakeholders dari waktu ke waktu. Sekali lagi continuous learning dan continuous improvement menjadi ciri dari pegawai yang mempunyai jiwa pemasar. Dihubungkan dengan Program Budaya Kerja Bank Indonesia, baik Organisasi Berbasis Pengetahuan (OBP) maupun Program Penyelarasan Kultur (PPK), jelas bahwa jiwa pemasar sebenarnya adalah sasaran dari perubahan yang selama ini dilakukan yaitu menjadikan individu pegawai Bank Indonesia yang mempunyai semangat continuous learning dan continuous emprovement. Jadi benar apa yang dikatakan Philip Kotler, “marketing is everyone’s business”!!